menu
News keyboard_arrow_right
Docs By The Sea Peluang Emas Bagi Sineas Dokumenter
Wartabuana.com, JAKARTA, WB – Setelah sukses digelaran pertama tahun lalu, forum internasional proyek film dokumenter Docs By the Sea akan digelar kembali di Bali pada 2 - 9 Agustus 2018. Banyak progres di event kali ini seperti bertambahnya proyek film, mitra, serta calon investor. Hal itu diungkapkan Wakil Kepala BEKraf Ricky Persik, saat press conference di HARRIS Vertu Hotel Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2018) bersama perwakilan In Docs, Go Jek dan sineas. Ternyata Docs By the Sea 2018 mendapat respons positif dari kalangan pelaku industri film dokumenter mancanegara terhadap potensi karya dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. "Kalau melihat perkembangan global saat ini, sebuah keniscayaan bahwa dunia semakin melihat Asia Tenggara dan Asia. Dari hasil evaluasi tersebut, momentum ini tidak bisa disia-siakan oleh kita, Indonesia, penyelenggara Docs By The Sea, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Docs By The Sea kali ini," kata Ricky. Salah satu mitra baru adalah Go-Jek melalui Go-Studio, divisi baru yang bergerak dalam bisnis konten tayangan. Selain menjadi calon investor dan kolaborator, Go-Studio juga bekerja sama dengan BEKraf dan In-Docs lewat program pendanaan Docs By The Sea Co-Production Fund. Direktur program In-Docs Amelia Hapsari, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi para pembuat film dokumenter Asia Tenggara yang selama ini kesulitan mencari dukungan dana, distribusi, atau dukungan lain. Lebih jauh Amelia menambahkan, forum ini tidak hanya menyediakan hadiah, tetapi juga kesempatan bagi para pegiat dokumenter untuk bertemu mitra internasional yang mungkin tertarik berkolaborasi dengan proyek. "Misal pencapaian tahun lalu, ada empat proyek dokumenter yang mendapat koproduksi dari Finlandia dan Norwegia. Empat ini adalah satu film Indonesia, dua Filipina, dan satu Kamboja," papar Amelia. Sekitar 20 proyek dokumenter Indonesia akan berkompetisi untuk mendapatkan Docs By The Sea Co-Production Fund dalam gelaran tahunan tersebut. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Dalam hal ini, yakni komunitas pembuat konten lokal dan pelaku industri perfilman Tanah Air. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberi kesempatan kepada mereka agar karya-karyanya dapat dinikmati, tak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia," tutur Chief of Corporate Affairs GO-JEK, Nila Marita. Selain 61 peserta workshop dengan 31 proyek dari 11 Negara, Docs By The Sea 2018 akan dihadiri oleh 71 peserta pitching forum serta para mentor dan decision-maker yang terdiri atas 42 pakar industru dari 31 institusi atau perusahaan dari 14 negara. Sementara itu, sineas Ismail Fahmi Lubish, peserta gelaran serupa tahun lalu berkisah mengenai pengalamannya sebagai pembuat film dokumenter. "Sejak 1998, saya selalu bekerja sama dengan asing dan berhasil menang di mana-mana. Kemudian terpikir bahwa kenapa saya tidak membuat film sendiri dan membawa nama Indonesia," tuturnya. Ternyata, betapa sulit baginya mencari pendanaan untuk proyek dokumenter. Namun semua itu berubah menjadi harapan setelah dirinya bertemu dengan Amalia Hapsari yang telah membuka wawasan dan jaringan untuk memproduksi film dokumenter.